2 Jelaskan pula fungsi badan golgi pada organ-organ tersebut! 3. Tulislah di buku tugas dan presentasikan hasilnya di depan kelas! e. Lisosom. Lisosom hanya ditemukan pada sel hewan. saja. Lisosom merupakan struktur agak bulat. yang dibatasi membran tunggal, memiliki. ukuran diameter 1,5 mikron. Lisosom berperan. aktif melakukan fungsi yangbagusd.membuat pingsan hewanrinafi3rinafi3D. membuat pingsan hewanPertanyaan baru BiologiPerhatikan pernyataan berikut Terjadinya bulan sabit. Pergantian siang dan malam. Adanya pasang surut air laut. Terjadinya gerak semu harian matahari. Perhitungan kalender Hijriah. Adanya Rawatanhaiwan. Penyelesaian untuk suntikan intramuskular (Levamisole 10) digunakan dalam dos berikut: lembu - 7.5 ml / 100 kg (dos tunggal yang dibenarkan ialah 23 ml) lembu kecil - 0.75 ml / 10 kg (dos maksimum - 4.5 ml), babi - 0.75 ml / 10 kg. Jika berat babi melebihi 150 kg, perlu menggunakan 3.5 ml persediaan untuk setiap 50 kg tambahan. 1 Pengertian NAPZA. Materi Bahaya Penggunaan Psikotropika Mapel Biologi kelas 11 SMA. Materi Dampak dan Penanggulangan Psikotropika Mapel Biologi kelas 11 SMA. Soal Psikotropika Mapel Biologi Kelas 11 SMA. NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. NAPZA merupakan zat-zat yang jika dikonsumsi akan memengaruhi sistem . Kloroform Nama Nama IUPAC Trikloromatana Nama lain Trikloromatana; formil triklorida; metana triklorida; metil triklorida; metenil triklorida; TCM; freon 20; refrigerant-20; R-20; Un 1888 Penanda Nomor CAS 67-66-3 Y Model 3D JSmol Gambar interaktif 3DMet {{{3DMet}}} ChEBI CHEBI35255 Y ChEMBL ChEMBL44618 Y ChemSpider 5977 Y Nomor EC KEGG C13827 Y PubChem CID 6212 Nomor RTECS {{{value}}} UNII 7V31YC746X Y CompTox Dashboard EPA DTXSID1020306 InChI InChI=1S/CHCl3/c2-i34/h1H Y Key HEDRZPFGACZZDS-UHFFFAOYSA-N Y InChI=ane/CHCl3/c2-134/h1H Fundamental HEDRZPFGACZZDS-UHFFFAOYAG SMILES ClCClCl Sifat Rumus kimia C H Cl 3 Massa molar 119,37 thoumolāˆ’1 Penampilan Cairan tak berwarna Bau Menyengat, berbau seperti eter Densitas 1,564 thousand/cm3 -twenty °C 1,489 chiliad/cmiii 25 °C 1,394 g/cm3 60 °C Titik lebur -63,v °C Titik didih 61,xv °C terdekomposisi pada 450 °C Kelarutan dalam air one,062 chiliad/100 mL 0 °C 0,809 g/100 mL 20 °C 0,732 g/100 mL 60 °C Kelarutan Larut dalam benzena Bercampur dengan dietil eter, minyak, ligroin, alkohol, CCl4, CSii Kelarutan dalam aseton ≄ ten g/100 mL 19 °C Kelarutan dalam dimetil sulfoksida ≄ 10 g/100 mL 19 °C Tekanan uap 0,62 kPa -40 °C 7,89 kPa 0 °C 25,9 kPa 25 °C 313 kPa 100 °C 2,26 MPa 200 °C chiliadH iii,67 Fiftyatm/mol 24 °C Keasaman pK a 15,7 20 °C Ī»maks 250 nm, 260 nm, 280 nm Konduktivitas termal 0,thirteen W/gK twenty °C Indeks bias n D ane,4459 20 °C Viskositas 0,563 cP 20 °C Struktur Bentuk molekul Tetrahedral Momen dipol 1,xv D Termokimia Kapasitas kalor C 114,25 J/molK Entropi tooth standar Due south o 202,nine J/molOne thousand Entalpi pembentukan standar Ī”f H o -134,3 kJ/mol Energi bebas Gibbs Ī”f Thou -71,1 kJ/mol Entalpipembakaranstandar Ī”c H o 298 473,21 kJ/mol Farmakologi Kode ATC N01AB02 Bahaya Bahaya utama karsinogen[1] Piktogram GHS Keterangan bahaya GHS {{{value}}} Pernyataan bahaya GHS H302, H315, H319, H332, H336, H351, H361, H373 Langkah perlindungan GHS P261, P281, P305+351+338 Titik nyala Tidak terbakar Dosis atau konsentrasi letal LD, LC LD fifty dosis median 1250 mg/kg mencit, oral LC 50 konsentrasi median 9617 ppm mancit, 4 jam[2] LC Lo terendah tercatat ppm marmot, two jam ppm kucing, 4 jam ppm manusia, v menit[2] Batas imbas kesehatan AS NIOSH PEL yang diperbolehkan 50 ppm 240 mg/mthree[i] REL yang direkomendasikan Ca ST 2 ppm ix,78 mg/kthree [60-menit][1] IDLH langsung berbahaya 500 ppm[1] Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar 25 °C [77 °F], 100 kPa. Yverifikasi apa ini Y N ? Referensi Kloroform adalah nama umum untuk triklorometana CHClthree.[3] Kloroform dikenal karena sering digunakan sebagai bahan pembius, akan tetapi penggunaanya sudah dilarang karena telah terbukti dapat merusak liver dan ginjal.[4] Kloroform kebanyakan digunakan sebagai pelarut nonpolar di laboratorium.[iii] Wujudnya pada suhu ruang berupa cairan bening, mudah menguap, dan berbau khas.[iii] Produksi [sunting sunting sumber] Kloroform dapat disintesis dengan cara mencampuran etil alkohol atau etanol dengan kalsium hipoklorit. Kalsium hipoklorit merupakan donor unsur klor.[iii] Selain kalsium hipoklorit, penyumbang unsur klor yang dapat dipakai adalah pemutih pakaian.[3] Pemutih pakaian memiliki senyawa aktif yaitu asam hipoklorit.[v] Etil alkohol dipanaskan dan dicampurkan dengan kalsium hipoklorit.[3] Untuk mendapatkan kloroform dari reaksi pencampuran ini, terdapat tiga reaksi yang terjadi Reaksi oksidasi [3] CHiii-CH2OH etil alkohol + Cl2 —> CH3-CHO asetaldehida + HCl asam klorida Reaksi klorinasi [3] CHthree-CH2OH asetaldehida + 3Cl2 —> CCl3-CHO trikloroasetaldehida + 3HCl asam klorida Reaksi hidrolisis [3] 2CCl3-CHO trikloroasetaldehida + CaOH2 kalsium hidroksida —> 2CHthreeCl kloroform + HCOOH2Ca kalsium format Selain menggunakan etil alkohol, aseton dapat digunakan untuk menggantikan etil alkohol.[3] Reaksi yang terjadi adalah Reaksi klorinasi [3] CHthreeCOCH3 aseton + 3Cl2 —> CCl3COCHthree trikloroaseton + 3HCl asam klorida Reaksi hidrolisis [3] CClthreeCOCHiii trikloroaseton + CaOH2 —> 2CH3Cl kloroform + CHiiiCOO2Ca kalsium asetat Selain ketiga hal di atas, terdapat pula reaksi klorinasi metana yang membutuhkan suhu 400 °C.[three] Reaksi tersebut terjadi sebagai berikut CH4 metana + Cl2 —> CH3Cl + CHtwoCltwo + CHCl3 + CCliv Untuk proses ini, kloroform dapat dipisahkan menggunakan distilasi bertingkat, dan proses ini paling banyak diaplikasikan dalam industri.[3] Penggunaan [sunting sunting sumber] Pelarut [sunting sunting sumber] Kloroform dapat digunakan untuk mengekstraksi komponen yang tidak larut dalam air seperti lipid dalam proses isolasi DNA.[six] Proses isolasi DNA melibatkan larutan yang berisi campuran fenol, kloroform, dan isoamilalkohol. Campuran ini akan membuat suspensi Dna pada lapisan atas dan pengotor-pengotor akan mengendap pada bagian bawah tabung. Cairan yang berada pada bagian atas tabung akan diproses lebih lanjut untuk analisis DNA, dan bagian pengotor dibuang.[half-dozen] Kloroform digunakan untuk mengekstraksi kafeina dalam minuman.[7] Untuk mendapatkan kafeina tersebut, dalam pemisahannya perlu ditambahkan diklorometana untuk menarik senyawa pengotor.[7] Lapisan kloroform diambil, lalu diuji menggunakan spektrofotometer ultraviolet.[7] Kloroform dapat digunakan untuk campuran untuk menentukan konsentrasi detergen anionik seperti ā€sodium dodesil sulfatā€.[8] Metode yang dilakukan dinamakan Methylene Blue Active Substance.[viii] Lapisan bagian kloroform diambil lalu diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 652 nm.[viii] Kloroform juga dapat digunakan untuk mengkuantifikasi secara kasar kandungan lipid dalam suatu sampel.[9] Untuk memisahkan lipid dari pengotor-pengotor lainnya, sering ditambahkan pelarut organik lainnya seperti metanol untuk menarik kandungan protein. Lapisan kloroform diambil lalu diuapkan hingga tersisa lipidnya.[9] Reagen [sunting sunting sumber] Sebagai reagen, kloroform menyediakan gugus diklorokarben CClii.[10] Kloroform bereaksi dengan natrium hidroksida berair biasanya dengan adanya katalis transfer fase untuk menghasilkan dikklorokarben CCltwo.[11] [12] Reagen ini memengaruhi ortho-formilasi cincin aromatik teraktivasi seperti fenol, menghasilkan aril aldehida dalam reaksi yang dikenal sebagai reaksi Reimer-Tiemann. Atau, karbena dapat terjebak oleh alkena untuk membentuk turunan siklopropana. Dalam reaksi adisi Kharasch, kloroform membentuk radikal bebas CHClii di samping alkena. Anestesi [sunting sunting sumber] Kloroform termasuk dalam anestesi umum yang bekerja pada sistem saraf pusat. Referensi [sunting sunting sumber] ^ a b c d ā€œNIOSH Pocket Guide to Chemic Hazards 0127ā€. National Institute for Occupational Safety and Health NIOSH. ^ a b ā€œChloroformā€. Immediately Unsafe to Life and Health. National Institute for Occupational Rubber and Health NIOSH. ^ a b c d due east f chiliad h i j k l m northward InggrisBahl A, Bahl BS. 2011. A Textbook of Organic Chemistry for Students. New Delhi S. Chand & Company. ^ InggrisStellman JM. 1998. Encyclopaedia of Occupational Health and Safety Guides, Indexes, Directory. Geneva International Labour Office. ^ InggrisMadigan Yard, Martinko J, Stahl D, Clark D. 2011. Brock Biology of Microorganisms. Ed ke-thirteen. New York Pearson. ^ a b IndonesiaSuwanto A, Soka S, Candra Krishna Purnawan. 2008. Teknik Percobaan dalam Genetika Molekuler. Dki jakarta Penerbit Atma Jaya. ^ a b c InggrisBibby Scientific. The quantitative determination of caffeine in beverages and soft drinks using UV wavelength spectroscopy. ^ a b c InggrisShahbazi R, Kermanshahi RK, Gharavi S, Nejad ZM, Borzooee F. 2013. Screening of SDS-degrading bacteria from car wash wastewater and written report of the alkylsulfatase enzyme action. IJM v2153-158. ^ a b InggrisAmenta JS. 1970. A rapid extraction and quantification of total lipids and lipid fractions in blood and carrion. Clin Chem 144 399-346 ^ Srebnik, M.; LaloĆ«, Due east. 2001. ā€œChloroformā€. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis. Wiley. doi ISBN 0471936235. ^ 1988 ā€œ1,half dozen-Methano[10annulene]ā€. Org. Synth.; Coll. Vol. 6 731. ^ 1988 ā€œStage-Transfer Hofmann Carbylamine Reaction tert-Butyl Isocyanideā€. Org. Synth.; Coll. Vol. 6 232. BAB IV PEMBAHASAN Uji Kelarutan dan Emulgator Uji kelarutan lipid dilakukan untuk mengetahui derajat kelarutan lipid pada pelarut tertentu. Pemberian minyak pada tiap tabung untuk menguji apakah pelarut akan membentuk emulsi yang stabil atau tidak. Minyak larut dalam kloroform dan eter karena kloroform dan eter adalah pelarut organik. Sementara pada tabung berisi air yang diberi tetesan minyak membentuk emulsi yang tidak stabil sehingga kedua cairan memisah menjadi dua lapisan. Minyak berada di lapisan permukaan atas karena massa jenisnya yang lebih ringan daripada air. Minyak dalam larutan Na2CO3 karena asam lemak yang bebas dalam larutan lemak bereaksi dengan soda dan membentuk sabun yang disebut reaksi saponifikasi. Pada larutan empedu yang diberi tetesan minyak, terjadi emulsi yang stabil. Empedu menurunkan tegangan permukaan antara kedua fase cairan, daya kerjanya disebabkan oleh bentuk molekulnya yang dapat terikat. Empedu membentuk lapisan di sekeliling minyak yang mengurangi kemungkinan butir-butir minyak bersatu. Uji Sifat Tidak Jenuh Uji ketidakjenuhan digunakan untuk menentukan tingkat kejenuhan suatu sampel. Pada percobaan ini diteteskan 10 cc kloroform dengan 10 tetes Hubl Iod ke dalam tabung reaksi. Kloroform memiliki fungsi melarutkan lemak karena kloroform bersifat nonpolar dan lemak memiliki sifat dapat larut dalam pelarut nonpolar. Sedangkan fungsi penambahan Hubl Iod adalah Hubl Iod mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal reaksi adisi. Reaksi adisi terjadi karena Hubl Iod terdiri atas iod dalam alcohol yang mengandung sedikit HgCl2 yang berfungsi sebagai katalisator, iod sebagai sumber iod bebas nantinya akan berikatan dengan ikatan rangkap lipid. Semakin tidak jenuh suatu lipid, berarti ikatan rangkap dalam lipid tersebut semakin banyak sehingga semakin banyak pula jumlah tetes minyak yang diperlukan untuk mengikat semua iod bebas yang ada. Jadi, urutan kejenuhan paling tinggi adalah lemak binatang 24 tetes, minyak kelapa 20 tetes, minyak kacang 15 tetes, dan minyak wijen 8 tetes. Pembentukan Akrolein Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya akrolein. Kristal KHSO4 berguna untuk mendehidrasi gliserol menjadi akrolein , karena sifat kristal KHSO4 adalah menarik atau memisahkan molekul air. Pemanasan bertujuan untuk memunculkan bau tengik, bau gliserol lebih tengik dibandingkan minyak sayur karena minyak sayur bila dihidrolisis akan lebih cepat berubah menjadi gliserol dan asam lemak bebas. Gliserol yang terhidrasi akan berubah menjadi akrolein dan menimbulkan terjadinya bau tengik. Berikut adalah reaksi pembentukan akrolein, Larutan CuOH2 Pada percobaan larutan CuOH2 kami mencampurkan 5 tetes CuSO4 tembaga sulfat dengan 5 tetes NaOH Sodium hidroksid sehingga membentuk tembaga hidroksid yang sebagian berbentuk aqua biru dan sebagian lagi berbentuk solid partikel putih, sehingga hal ini dapat menjelaskan adanya endapan seperti partikel putih di bagian atas larutan yang hanya dapat dilihat dengan dasaran hitam pada larutan CuOH2 tersebut. Penambahan gliserol dalam larutan CuOH2 adalah untuk melarutkan endapan tembaga hidroksid partikel putih karena gliserol dapat menangkap partikel tembaga yang bersifat solid menjadi bersifat aqua sehingga endapan yang semula terlihat pada larutan CuOH2 tidak terlihat lagi larut. Kristal Kolesterol Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya kristal kolestrol melalui pemanasan alkohol di waterbath selama 5 menit dan suhu maksimal, yang digunakan untuk melarutkan kolesterol sehingga mudah diamati di bawah mikroskop. Adapun hasil pengamatan dibawah mikroskop adalah sebagai berikut, *Perbesaran 100X dan 400X Pada gambar diatas terdapat kristal-kristal yang terdiri dari satu Kristal saja dan ada yang terdiri dari beberapa kristal yang menumpuk perbesaran 100X,pada gambar diatas juga terdapat gelembung udara yang disebabkan adanya udara yang masuk saat pembuatan preparat. Menurut teori, kadar kolesterol yang tinggi akan mengendap lalu membentuk kristal. Kolesterol dapat larut dalam pelarut lemak, misalnya eter, kloroform, benzena dan alkohol panas. Apabila terdapat dalam konsentrasi tinggi, kolesterol mengkristal dalam bentuk kristal yang tidak dapat berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Dan hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan teori yang ada. Percobaan Salkowski Uji swalowski dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Jika sterol dengan konfigurasi tidak jenuh di dalam molekulnya direaksikan dengan asam kuat dalam kondisi bebas air, maka akan memberikan warna yang khas. Pada percobaan digunakan kloroform untuk melarutkan kolesterol agar lebih mudah bereaksi karena sifat dari lemak atau lipid adalah non polar. Sesuai dengan prinsip ā€œlike disolve likeā€ maka senyawa non polar akan larut pada pelarut non polar, kolesterol sebagai sterol jenuh, dan H2SO4 sebagai oksidator berfungsi untuk memutus ikatan ester lipid. Setelah percobaan terbentuk lapisan warna dari atas, purple – kuning – flouresensi kehijauan. Warna ungu purple merupakan hasil reaksi antara kloroform dengan kolesterol yang berupa kolestadiena. Warna kuning merupakan sisa asam sulfat yang tidak ikut bereaksi. Flouresensi kehijauan yang dapat dilihat dengan sinar refleksi merupakan hasil reaksi antara kolestadiena dan asam sulfat yang berupa asam sulfonat. Grease Spot Test Minyak jelantah adalah minyak goreng bekas pakai. Minyak ini membentuk senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik dan biasanya juga banyak mengandung zat pengotor yaitu sisa hasil gorengan, kadar air serta asam lemak bebas yang tinggi. Asam lemak ini menyebabkan bau tengik, bau yang khas ini disebabkan karena adanya senyawa campuran asam keto dan asam hidroksiketo yang berasal dari dekomposisi asam lemak dari cairan tersebut. Pada metode grease spot test atau tes noda lemak digunakan minyak jelantah dan minyak baru, ditambah eter untuk melarutkan minyak. Sifat minyak yang mudah larut dalam pelarut organik nonpolar. Penggunaan eter adalah untuk melarutkan zat-zat selain lemak yang terkandung dalam minyak yang akan selain lemak akan menguap dengan cepat bersama eter. Setelah eter dan zat-zat selain lemak menguap, kertas biasa diusapkan pada wadah minyak baru dan minyak jelantah. Penggunaan kertas biasa karena kertas terbuat dari serat selulosa yang mempunyai pori-pori yang akan teregang sehingga kertas lebih mudah ditembus cahaya. Pada kertas yang diusap dengan minyak baru, kertas tampak lebih transparan dibawah pencahayaan. Sedangkan pada minyak jelantah, terdapat noda warna kuning yang mengental dan kertas tidak terlalu transparan jika dibandingkan dengan minyak baru. Pada minyak baru, gliserol disebabkan oleh adanya air dalam minyak walaupun dalam jumlah sedikit yang menyebabkan terjadinya reaksi hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Reaksi hidrolisis menyebabkan kerusakan minyak atau lemak karena terdapat sejumlah air dalam minyak. Sementara, pada minyak jelantah terdapat gliserol dikarenakan pada minyak jelantah telah dilakukan pemanasan sehingga trigliseridanya berkurang dengan kadar gliserol dan asam lemaknya bertambah. BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut Asam lemak larut dalam kloroform dan eter, karena kloroform dan eter merupakan pelarut lemak dan bersifat non polar. Sedangkan air dan minyak tidak dapat larut karena air bersifat polar. Pada cairan empedu terjadi emulsi. Lemak binatang merupakan lemak paling jenuh karena memiliki ikatan rangkap paling banyak disbanding minyak kelapa/sayur, minyak kacang dan minyak wijen. Ketika gliserol dipanaskan akan didapatkan bau akrolein yang merangsang, karena gliserol merupakan hasil akhir pemecahan lipid, sedangkan bau tengik didapatkan ketika minyak kelapa/sayur dipanaskan. Gliserol dapat melarutkan endapan CuOH2 Kadar kolesterol yang tinggi akan mengendap apabila dilarutkan dengan alkohol panas lalu membentuk Kristal bening dan tidak berbau. Kolesterol adalah sumber sterol jenuh. Eter dapat melarutkan lemak. BAB VI DAFTAR PUSTAKA Murray,Robert K. , Daryl K. Granner , Victor W. ā€œBiokimia HARPERā€ Edisi SHERWOOD , ā€Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistemā€ Edisi 8. JakartaEGC. Waldron, K. W. Ed.. 2014.Advances in Biorefineries Biomass and Waste Supply Chain Exploitation. Elsevier. Guyton, Arthur C. & Hall, John E., 2014. ā€œBuku Ajar Fisiologi Kedokteranā€. Edisi 12. JakartaEGC. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana, 2015, Buku Petunjuk Praktikum ā€œDigesti dan Metabolismeā€. Yogyakarta Medical Education Unit Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana. Format Laporan Biokimia - Kloroform adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna, beraroma manis, mudah menguap, dan tidak mudah terbakar. Dalam sejarah, senyawa ini digunakan untuk obat bius. Namun, penggunaannya saat ini dibatasi karena terbukti berbahaya bagi manusia. Apa itu kloroform? Kloroform merupakan senyawa yang memiliki rumus kimia CHCl3 atau dikenal juga dengan triklorometana. Cairan ini sedikit lebih kental dari air. Cairan bisa larut di dalam kloroform digunakan sebagai anestesi inhalasi pada hewan ternak dan untuk anestesi topikal saat membersihkan luka. Kloroform pernah digunakan untuk persiapan anestesi umum pada masa sebelum Perang Dunia ke 2. Namun, penggunaannya untuk manusia dan hewan telah dilarang. Saat ini kloroform digunakan untuk disinfektan air dan kegiatan industri, contohnya dalam kulkas dan pendingin ruangan, sebagai pelarut, serta industri kimia. Selain itu, kloroform juga dilepaskan dari bubur kertas dan air yang diberi kloroform Terpapar kloroform sangat berbahaya bagi manusia. Melansir Centers for Disease Center and Prevention CDC, kloroform sangat toksik jika terhirup atau tertelan. Senyawa ini bisa menyebabkan iritasi pada mata dan kulit, serta kerusakan pada hati, ginjal, dan sistem saraf. Studi lain menyebutkan bahwa senyawa ini juga menyebabkan aritmia jantung dan kanker. Jika terhirup, senyawa berbahaya ini bisa menyebabkan depresi saluran pernapasan, pneumonitis, dan edema paru. Selain itu, menghirup senyawa ini juga bisa menyebabkan orang kehilangan kesadaran. Melansir PubChem NCBI, kloroform dosis tinggi juga bisa menyebabkan kematian. Baca juga Mengandung Bahan Kimia Berbahaya, Ini Efek Sampo Palsu pada Kulit Apa yang harus dilakukan jika terpapar kloroform? Orang yang terpapar kloroform harus segera menyingkirkan sumber kloroform sesegera mungkin, termasuk pakaian yang terpapar harus segera diganti. Jika kloroform dengan konsentrasi tinggi mengenai kulit dan mata, maka segera bersihkan dengan air bersih dan segera mencari pertolongan medis. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Sponsors Link Pernahkah kamu mendengar kata kloroform? Mungkin bila kamu sering melihat di film-film zaman dahulu, orang biasa dibius dengan menggunakan sapu tangan yang dibasahi kloroform. Kloroform atau triklorometana bila disebut dengan nama kimianya, memang sering digunakan sebagai anestesi umum. Tapi itu dulu, saat ini kloroform sudah tidak boleh lagi digunakan sebagai anestesi karena terbukti dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati dan bila kamu main ke laboratorium kimia di sekolahmu, kamu akan menemukan kloroform disimpan di dalam botol kaca yang berwarna gelap. Penyimpanan kloroform memang harus ekstra hati-hati dan tidak boleh terpapar cahaya. Karena bila terkena cahaya, kloroform ini mampu bereaksi dengan oksigen membentuk suatu senyawa gas berbahaya yang dikenal dengan nama ini adalah salah satu senjata kimia yang digunakan selama Perang Dunia I, loh. Karena sifatnya yang berbahaya maka Environmental Protection Agency atau disingkat EPA, sebuah badan perlindungan lingkungan, mengklasifikasikan kloroform sebagai bahan yang meiliki kemungkinan penyebab karsinogen pada atau trikolometana CHCl3 adalah cairan yang tidak berwarna dan tidak mudah terbakar. Kloroform sangat mudah dikenali karena aromanya yang menyengat dan khas. Selain itu kloroform yang merupakan asal lemah ini juga sangat mudah menguap dan mudah larut dalam pelarut ini sifat fisika dari kloroform yang memiliki bentuk molekul tetrahedral didih = 61,2 derajad CelsiusTitik beku = -6,4 derajad CelciusTitik leleh = -62 derajad CelciusDensity = 1,48 kg/literIndeks bias = 1,4476Solubility = 0,8 gram/ 100 ml air pada temperatur 20 derajad CelsiusPada awalnya kloroform disintesa dari hasil proses reaksi antara etil alkohol dengan kalsium hipoklorit. Donor atom klorin didapat dari kalsium hipoklorit. Pertama-tama etil alkohol akan dipanaskan, kemudian dicampurkan dengan kalsium hipoklorit. Dalam sintesa kloroform ini terjadi tiga reaksi Oksidasi CH3-CH2OH + Cl2 —-> CH3-CHO + HClReaksi klorinasi CH3-CH2OH + 3Cl2 —-> CCl3-CHO + HClReaksi Hidrolisis 2CCl3-CHO + CaOH2 —-> 2CHCl3 + HCOOH2CaDi zaman sekarang, kloroform banyak disintesa di industri dengan mereaksikan metana dengan klorin. Reaksi substitusi akan terjadi dimana atom-atom hidrogen dalam metana akan digantikan oleh atom-atom klorin. Hasil reaksi dari proses ini adalah campuran dari klorometana, diklorometana, triklorometana kloroform dan + Cl2 -> CH3Cl + HClCH3Cl + Cl2 -> CH2Cl2 + HClCH2Cl2 + Cl2 -> CHCl3 + HClCHCl3 + Cl2 -> CCl4 + HClDalam kehidupan sehari-haripun kamu bisa menjumpai sintesa kloroform yang terjadi secara alami di alam atau karena aktivitas manusia. Sejumlah kecil kloroform disintesa oleh biota laut seperti rumput laut. Kamu juga bisa menemukan kloroform terkandung dalam hasil dekomposisi sisa-sisa tumbuhan di karena aktivitas penjernihan air yang dilakukan manusia dengan menggunakan gas klorin. Gas klorin bisa bereaksi dengan berbagai senyawa organik yang akhirnya menghasilkan triklorometana. Namun jumlahnya yang sangat kecil tidak akan mempengaruhi kesehatan memiliki beberapa kegunaan, mulai dari bidang kesehatan walau sudah tidak lagi digunakan dan bidang Dalam bidang kesehatanPenggunaan kloroform sebagai cairan anestesi dimulai pada tahun 1847 silam. Penggunaannya terus dilanjutkan sampai timbulnya suatu kekhawatiran untuk terus menggunakan kloroform pada tahun 1848. Dimana pada saat itu ada seorang pasien yang meninggal karena jantungnya berdebar dengan sangat cepat dan tidak teratur padahal kondisinya sedang dalam keadaan dibius. Namun baru pada pada awal abad 20, penggunaan kloroform mulai ditinggalkan. Dan mulailah pada tahun 1940 dilakukan riset untuk menemukan cara anestesi yang lebih aman dan murah. Untuk dipergunakan selama Perang Dalam bidang industri polymerPenggunaan kloroform terbesar saat ini ada dalam industri polymer. Kloroform adalah salah satu bahan pembuat polytetrafluoroethylene PTFE atau yang biasa orang sebut dengan nama teflon. PTFE adalah polymer yang relatif tahan terhadap panas dan dapat diaplikasikan sebagai lapisan anti lengket pada peralatan Dalam laboratoriumDi laboratorium, kloroform banyak digunakan sebagai pelarut. Karena sifatnya sebagai pelarut yang relatif stabil, tidak mudah bereaksi dan dapat melarutkan banyak senyawa organik. Karenanya kloroform banyak digunakan dalam industri farmasi untuk mengekstraksi dan prekursor obat-obatan dari dapat digunakan untuk mengekstraksi komponen-komponen yang tidak larut dalam air. Misalnya dalam proses isolasi DNA, dimana lipid bukanlah senyawa yang larut dalam air. Isolasi DNA dilakukan dengan menggunakan campuran fenol, kloroform, dan larutan ini akan menghasilkan suspensi DNA. Zat-zat pengotoran mengendap pada bagian bawah lapisan. Sedangkan lapisan atas akan diproses lebih lanjut untuk dilakukan uji DNA. Selain itu dalam penerapan ilmu kimia analitik, kloroform juga digunakan untuk mengisolasi senyawa-senyawa dari sampel. Dan banyak juga digunakan dalam sintesis bahan kimia anestesi yang ditimbulkan kloroform berasal karena kloroform mampu penghambatan aktivitas sistem saraf pusat. Menghirup uap kloroform dengan cepat dapat membuat kamu kehilangan kesadaran. Dan apabila dosis yang terhirup terlalu tinggi dapat berakibat juga mempengaruhi kerja dan aktivitas organ utama manusia lainnya, termasuk jantung. Hal ini yang kemudian membuatnya menjadi berbahaya sebagai obat bius. Kloroform juga sangat berbahaya karena memiliki efek toxic yang sangat tinggi. Jika tertelan lebih dari 10 ml cairan, akan menimbulkan dampak yang yang sangat khas dan kuat bagi beberapa orang yang sensitif dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah serta kepala pusing. Bila langsung terkena kulit atau mata bisa menyebabkan kloroform dalam jangka panjang walau dengan konsentrasi yang relatif rendah, ternyata memiliki efek samping. Kloroform ternyata dpat menimbulkan munculnya kanker terutama pada hati dan ginjal. Meskipun memang belum ditemukan bukti konkrit kloroform dapat menyebabkan kanker pada manusia, namun paparan pada hewan telah menunjukan teridentifikasinya tumor hati dan yang sangat reaktif terhadap cahaya dan oksigen di udara bebas, menyebabkan kamu harus menyimpannya didalam botol kaca berwarna gelap. Bila kamu memang harus menggunakan bahan kimia ini maka disarankan untuk menggunakan sarung tangan dan masker. Selain itu, pastikan kondisi ruangan tempat kamu kerja dengan bahan kimia ini memiliki ventilasi yang baik. Sponsors Link

fungsi kloroform atau eter dalam pembedahan adalah